EPILOG SANG PENGEMBARA

Posted on Updated on


kereta3Duduk menunggu waktu
Dalam gerbong kereta Tua..
Gambar demi gambar terpampang di balik jendela
Silih berganti memenuhi pelupuk mata…
 
Senja Tiba…
Tepat sampai di Stasiun itu..
Dan kereta tua pun berhenti..
 
Mungkin ini akhir perjalanan,
atau mungkin perjalanan baruku…
kutapaki tangga pintu ini..
dan kuinjakkan kakiku di tanah basah
 
Kuberjalan di sepanjang lorong stasiun ini
Semilir angin menerpa
Membelai wajah
 
:Tiba-tiba kumelihat,
 
Wajah sang Kekasih,…
 
terbawa redup,
lembayung senja di stasiun tua.
 
 the-train
 12112

Behind the poem:

Banyak persepsi yang bisa diterjemahkan dari puisi di atas. Salah satunya adalah tentang kehidupan seseorang saat ini.

  •  Seseorang yang ditakdirkan Allah untuk menjalani hidupnya di rentang waktu yang sudah ditentukanNYA.
  •  Dalam gerbong kereta tua, mksudnya dunia (bumi) ini, dimana umurnya sudah tua dan sudah masuk kategori akhir jaman.
  •  Gambar di balik jendela > menggambarkan pengalaman2 setiap harinya yang dialami orang tersebut
  •  Senja tiba > saat usia orang tersebut sudah mulai menua
  •  Stasiun… tempat/gerbang pemberhentian atau sekaligus permulaan perjalanan(baru)
  •  Tanah baru > kehidupan/alam baru
  •  Angin….  suasana/kehidupan/nafas (baru)
  •  Kekasih… Allah
  •  Semoga aku dikembalikan untuk kembali bertemu kepada yang maha kasih, maha sayang maha memiliki.
  •  DIA….. NYA…..
  •  Suatu saat nanti…

Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s